4 July 2019

RILIS DAPODIK PAUD VERSI ONLINE TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Rilis Dapodik Paud Versi Online Tahun Pelajaran 2019/2020 semester ganjil. Pada hari ini tanggal 04 Juli 2019 ada pemberitahuan secara resmi pada Dasbor  sekolah jenjang paud yang menggunakan aplikasi dapodik versi online. Mulai tanggal 4 Juli 2019, pengisian data Dapodik PAUD dan Dikmas dapat dilakukan kembali. 

Bagi operator PAUD saat ini, penginputan hanya dapat dilakukan melalui aplikasi/metode Dapodik Online (http://app.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/dapodik). Kami akan merilis aplikasi Dapodik Offline dalam waktu dekat.

Bagi satuan pendidikan PAUD yang hendak menggunakan aplikasi Dapodik Online, silahkan mengubah dulu metode sinkronisasinya melalui aplikasi Manajemen Dapodik PAUD dan Dikmas (http://manajemen.paud-dikmas.kemdikbud.go.id)
Rilis Dapodik Paud Versi Online Tahun Pelajaran 2019/2020 semester ganjil
Rilis Dapodik Paud Versi Online Tahun Pelajaran 2019/2020 semester ganjil

Dengan rilisnya dapodik paud versi online maka satuan pendidikan paud bisa memulai mengentri data-data berkaitan dengan seluruh pendataan sekolah jenjang paud. Perlu diketahui oleh operaotor sekolah jenjang paud diantaranya berkaitan dengan kelulusan siswa tingkat akhir. Maka anda harus meluluskan data tersebut, dengan tujuan agar data anda ditarik oleh satuan pendidikan yang lebih tinggi dalan hal ini Sekolah Dasar. 

Kapan berakhirnya masa pengentrian data pada dapodik paud versi online yakni selama masa semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 dengan waktu 180 hari atau boleh dibilang 6 bulan. Waktu yang relatif lama, namun akan lebih baik jika dilaksanakan dengan waktu sesegera mungkin. Hal ini bertujuan apa bilaterjadi kesalahan input data maka operator sekolah masih ada waktu untuk memperbaruinya sesuai dengan data yang benar berdasarkan bukti fisik yang ada. 

Lalu data apa yang perlu dientri pada tahun ini?. Perhatikan penjelasan sebagai berikut:

  1. Silahkan cek menu validasi langkah ini bertujuan untuk mengetahui data yang bersifat invalid dan warning
  2. Silahkan anda perbarui data sekolah berkaitan dengan kondisi kerusakan bangunan pada menu sarana dan prasarana.
  3. Data Rinci Sanitasi untuk Periode ini belum diisi.
  4. Luas Tanah Milik/Bukan Milik Wajib Diisi Salah Satu atau Keduanya
  5. Meluluskan Peserta didik tingkat akhir.
  6. Pembagian tugas guru.
  7. Entri peserta Didik baru. 
Jika semua tahapan diatas sudah anda lakukan maka data anda sudah selesai dikerjakan. Lakukan pengecekan data bersama dengan kepala sekolah paud anda.

Selamat bekerja, mari kita sukseskan pendataan pendidikan jenjang paud Tahun Pelajaran 2019/2020 semester ganjil dengan menggunakan aplikasi Dapodik Paud versi Online. 

Sampai jumpa dengan artikel saya selanjutnya. silahkan anda bagikan informasi ini bila memang bermanfaat melalui akun sosial yang anda miliki atau anda juga boleh memberikan komentar yang bersifat membangun. 

Sumber: https://app.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/dapodik/Account/Login

https://dapo.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/dapodik-paud/pengisian-data-dapodik-paud-dan-dikmas-semester-ganjil-tahun-2019-2020/

Detect and Translate Content in Google Sheets

Detect and Translate Content in Google Sheets,I have a Spreadsheet with content in a foreign language. How can I read that? It’s possible. You can detect and translate content in Google Sheets using its built-in functions.

Open your Spreadsheet in Google Sheets and there use the functions DETECTLANGUAGE and GOOGLETRANSLATE in a combined form.

These are two individual Google Sheet functions to help you translate content within Spreadsheet.

Then why are you using or suggest us to use these functions in a combined form?

The answer is simple. Most of the time it may be difficult for you to find the foreign language that you want to translate. Even if you could find the language you must know the language code.

The DETECTLANGUAGE function finds the language codes for you and that works within the GOOGLETRANSLATE function.

I don’t have posted any individual tutorials for the above two functions. Because it’s already floating on the web. But for the example purpose, I am detailing it below.


How to use the DETECTLANGUAGE Function in Google Sheets

Syntax:

DETECTLANGUAGE(text_or_range)

Examples of Google Sheets DETECTLANGUAGE Function:

In the above examples, I have typed the below formula in B2 then dragged to down.

=DETECTLANGUAGE(A1)

I have heard that I can use the above formula in a range. Is that true?

Of course. You can use the formula as below. But it won’t return an array result.

=DETECTLANGUAGE(A1:A5)

If the range specified, that also one dimensional, contains multiple languages, the first text string found will be evaluated.


Follow the above tips to detect and translate content in Google Sheets.

3 July 2019

DOWNLOAD PERANGKAT PEMBELAJARAN PROTA, PROMES, SILABUS DAN RPP KELAS 6 SD K13

Download Perangkat Pembelajaran Prota, Promes, Silabus, RPP Kelas 6 SD K 13. Bagi anda seorang guru yang tahun pelajaran 2019/2020 ini menjadi wali kelas 6 bagi satuan pendidikan yang menyelengggarakan Pembelajaran dengan menggunakan Kurikulum 2013. Sebagai langkah awal yang perlu dilakukan adalah membuat perangkat pembelajaran yang akan dilaksanakan pada tahun pelajaran ini.
Download Perangkat Pembelajaran Prota, Promes, Silabus, RPP Kelas 6 SD K 13
Download Perangkat Pembelajaran Prota, Promes, Silabus, RPP Kelas 6 SD K 13

Bagaimana dengan persiapan perangakat pembelajara anda?. Sudah siapkah? Jika belum anda tidak usah kuatir karena pada artikel saya kali ini akan membagikan Perangkat Pembelajaran Prota, Promes, Silabus, RPP Kelas 6 SD K 13. Perangkat Pembelajaran Prota, Promes, Silabus, RPP Kelas 6 SD K 13 yang saya bagikan ini dapat anda gunakan sesuai dengan kondisi pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Secara garis besar Download Perangkat Pembelajaran Prota, Promes, Silabus, RPP Kelas 6 SD K 13 ini meliputi :
1. Program Tahunan
2. Program semester
3. Silabus
4. RPP
Yang terdiri dari semester 1 dan semester 2 pada tahun pelajaran. Berikut ini adalah link yang dapat anda unduh untuk Download Perangkat Pembelajaran Prota, Promes, Silabus, RPP Kelas 6 SD K 13 :


Semoga artikel yang saya download Perangkat Pembelajaran Prota, Promes, Silabus, RPP Kelas 6 SD K 13 bagikan ini berguna bagi kita semua, silahkan anda edit sesuai dengan kondisi pada satuan pendididkan sekolah anda. Anda juga dapat membagikan konten ini melalui akun media sosial anda jika memang bermanfaat. Jangan lupa berikan komentar yang bersifat membangun. Sampai jumpa dengan artikel saya selanjutnya.

1 July 2019

Formalizing the Robots Exclusion Ptotocol Specification


For 25 years, the Robots Exclusion Protocol (REP) has been one of the most basic and critical components of the web. It allows website owners to exclude automated clients, for example web crawlers, from accessing their sites - either partially or completely.

In 1994, Martijn Koster (a webmaster himself) created the initial standard after crawlers were overwhelming his site. With more input from other webmasters, the REP was born, and it was adopted by search engines to help website owners manage their server resources easier.

However, the REP was never turned into an official Internet standard, which means that developers have interpreted the protocol somewhat differently over the years. And since its inception, the REP hasn't been updated to cover today's corner cases. This is a challenging problem for website owners because the ambiguous de-facto standard made it difficult to write the rules correctly.

We wanted to help website owners and developers create amazing experiences on the internet instead of worrying about how to control crawlers. Together with the original author of the protocol, webmasters, and other search engines, we've documented how the REP is used on the modern web, and submitted it to the IETF.

The proposed REP draft reflects over 20 years of real world experience of relying on robots.txt rules, used both by Googlebot and other major crawlers, as well as about half a billion websites that rely on REP. These fine grained controls give the publisher the power to decide what they'd like to be crawled on their site and potentially shown to interested users. It doesn't change the rules created in 1994, but rather defines essentially all undefined scenarios for robots.txt parsing and matching, and extends it for the modern web. Notably:

  1. Any URI based transfer protocol can use robots.txt. For example, it's not limited to HTTP anymore and can be used for FTP or CoAP as well.

  2. Developers must parse at least the first 500 kibibytes of a robots.txt. Defining a maximum file size ensures that connections are not open for too long, alleviating unnecessary strain on servers.

  3. A new maximum caching time of 24 hours or cache directive value if available, gives website owners the flexibility to update their robots.txt whenever they want, and crawlers aren't overloading websites with robots.txt requests. For example, in the case of HTTP, Cache-Control headers could be used for determining caching time.

  4. The specification now provisions that when a previously accessible robots.txt file becomes inaccessible due to server failures, known disallowed pages are not crawled for a reasonably long period of time.


Additionally, we've updated the augmented Backus–Naur form in the internet draft to better define the syntax of robots.txt, which is critical for developers to parse the lines.

RFC stands for Request for Comments, and we mean it: we uploaded the draft to IETF to get feedback from developers who care about the basic building blocks of the internet. As we work to give web creators the controls they need to tell us how much information they want to make available to Googlebot, and by extension, eligible to appear in Search, we have to make sure we get this right.

If you'd like to drop us a comment, ask us questions, or just say hi, you can find us on Twitter and in our Webmaster Community, both offline and online.

Yang Perlu dilakukan Ketika Anak Tidak Naik Kelas.

Yang perlu dilakukan ketika anak tidak naik kelas, Apa yang Ayah-Bunda alami ketika menerima raport dan ternyata anak tidak naik kelas? Bisa jadi emosinya spontan naik, sangat kecewa dan marah kepada anaknya. 

Seyogyanya dalam menghadapi anak yang tidak naik kelas tidak langsung marah. Tidak memvonis ananda sebagai anak bodoh. Karena pemicu anak tidak naik kelas tidak selalu disebabkan oleh keterbatasan IQ-nya. 
yang perlu dilakukan ketika anak tidak naik kelas
Yang perlu dilakukan ketika anak tidak naik kelas

Beberapa fakta menyebutkan bahwa hal-hal berikut ini dapat mengakibatkan anak terancam tidak naik kelas: 

Kurangnya kompetensi pada anak 
Pada dasarnya setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang cepat dalam menangkap pelajaran, ada pula yang lamban. 

Materi yang belum benar-benar dipahami dan ditambah lagi dengan materinya selanjutnya menjadikan anak menjadi bingung dan pusing. Anak cenderung akan malas dan takut menghadapi pelajaran. 

Pada tingkat Sekolah Dasar, kemampuan dasar seperti baca, tulis, hitung yang belum dikuasai dapat mengakibatkan anak terancam tidak naik kelas. 

Salah metode pembelajaran 
Anak yang aktif membutuhkan pembelajaran yang aktif pula. Saat tak mampu menyalurkan energinya, ia akan cenderung cepat bosan dan malas. Begitu pula sebaliknya dengan anak yang pendiam. 

Pembelajaran yang kurang tersistem dengan baik membuat anak merasa terbebani yang berdampak buruk terhadap hasil belajarnya.

Faktor fisik 
Faktor fisik juga berpengaruh terhadap pembelajaran anak di sekolah. Anak yang kondisi badannya kurang sehat akan sulit untuk menerima pelajaran. Terlebih jika sering tidak masuk kelas karena sakit. Banyak materi pelajaran yang ia tinggalkan. Sehingga anak mengerjakan soal yang mana materinya belum didapatkan. Dampaknya hasil ujian tidak maksimal. Parahnya lagi jika daftar nilai kosong karena anak tidak mengikuti ujian susulan.

Faktor psikis dan lingkungan
Kondisi psikis juga turut ambil andil. Anak yang tinggal dalam keluarga dan lingkungan yang harmonis akan mempunyai semangat belajar yang tinggi. Sebaliknya, anak yang tinggal di lingkungan keluarga yang kurang harmonis dan kurang kasih sayang akan cenderung terhambat belajarnya. 

Teman sebaya juga sangat berpengaruh, biasanya anak yang terus bermain akan lupa untuk belajar. Apalagi zaman sekarang ini gawai sudah menjadi barang yang selalu melekat di tangan sehingga membuat anak semakin enggan belajar.

Setelah mengetahui penyebab anak tidak naik kelas, berikut ini solusi dalam menanganinya, antara lain: 

Memberikan motivasi kepada anak
Beri motivasi kepada anak agar anak tidak larut dalam kesedihan. Berikan stimulus agar anak semakin meningkatkan belajarnya. Tugas ini membutuhkan peran orangtua dan guru.

Penuhi dan tingkatkan kompetensi yang masih kurang
Hal krusial seperti membaca, menulis, dan menghitung harus terlebih dahulu dikuasai. Tekankan kompetensi dasar tersebut agar anak dapat memahami materi yang diajarkan. Guru harus benar-benar memastikan bahwa peserta didiknya telah memahami materi. Hal yang bisa dilakukan antara lain dengan bertanya pada akhir pembelajaran dan memberikan latihan secara berkala. Apabila seluruh siswa telah paham, maka materi dapat dilanjutkan.

Sesuaikan metode pembelajaran 
Sesuaikan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan susun materi berdasarkan peta konsep sehingga materi dapat dipahami dengan baik. 

Menata dan memperbaiki pola hidup
Orangtua perlu mengatur jam kegiatan anak. Jam antara maghrib dan isya atau waktu sahur sangat baik untuk belajar. Atur juga jam bermain agar tidak menyita waktu untuk kegiatan lain. Istirahat dan asupan gizi juga harus dalam kadar yang cukup. 

Selain itu, orangtua mempunyai kewajiban untuk mendorong anaknya untuk belajar. Sebisa mungkin Ayah-Bunda mendorong anak untuk dapat memahami hal yang belum dipahami. Hal tersebut tentunya sekadar kemampuan orangtua. Selain itu, anak juga harus bergaul dengan anak-anak lain yang memiliki semangat untuk belajar. Penggunaan gawai pun harus dibatasi dan terus diawasi. 

Semua usaha ini harus dilandasi dengan kesungguhan anak, guru, dan orangtua agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Terlepas dari semua itu, kita adalah manusia yang harus terus berdoa kepada Sang Maha Kuasa.