Showing posts with label UPDATE TECHNOLOGY. Show all posts
Showing posts with label UPDATE TECHNOLOGY. Show all posts

9 July 2019

Cara Mudah Mengaktifkan Tombol Dikte Atau Voice Pada Google Docs

Cara Mudah Mengaktifkan Tombol Dikte Atau Voice Pada Google Docs

Hello guys.... 
Google Docs merupakan salah satu layanan yang ada pada pengguna google baik yang diakses melalui komputer atau laptop maupun menggunakan hardware yang lainnya.

Setelah pada kesempatan yang lalu Admin bagikan informasi mengenai Cara Melaukakn Update Akun Data PTK pada SIMPKB, kali ini Admin akan bagikan informasi mengenai langkah demi langkah agar kita bisa memanfaatkan fasilitas dikte atau pengenalan voice pada Google Docs layaknya pada aplikasi media sosial lain sehingga mempermudah pengguna ketika akan mengetik cukup menggunakan suara saja.

Langkah-langkah Mengaktifkan Tombol Dikte Pada Google Docs ;
1. Pastikan koneksi internet yang lancar dan stabil sudah tersambung pada komputer atau laptop sebagai perangkat yang kita gunakan
2. Akses webbrowser, dalam hal ini adalah Google Chrome, karena kita akan mengaitkan salah satu fitur pada pengguna Google
3. Pastikan Anda sudah login pada akun google Anda yang ditandai dengan munculnya gambar icon profil akun google anda pada sudut kanan atas monitor
4. Klik titik 9 yang ada pada sebelah kiri gambar icon profil akun anda
5. Scrool kebawah sampai anda temukan icon Docs (dokumen) klik icon tersebut
6. Klik icon yang muncul pada dokumen Resume ( jika ada dua boleh pilih salah satu saja)
7. Setelah terbuka seleksi semua teks yang ada dengan cara klik dimana saja dalam dokumen kemudian tekan kombinasi tombol Ctrl + A pada keyboard anda
8. Lakukan penghapusan isi dokumen Resume tadi dengan cara menekan tombol Delete
9. Setelah terhapus, klik menu Alat yang ada pada bagian atas menu bar dokumen kita, lalu aktifkan tombol dikte dengan mengklik nya.

Jika pada jendela sebelah kiri sudah muncul icon microphone, maka tombol Dikte sudah berhasil kita aktifkan. Selanjutnya untuk melakukan pengetikan tidak perlu dengan menyentuh tuts pada papan keyboard kita namun cukup di lakukan dengan suara saja. Ingat, pastikan anda memiliki nicrophe yang bisa dihubungkan ke laptop ataupun perangkat komputer yang anda gunakan agar bisa menikmati fitur yang satu ini.

Untuk lebih jelasnya silahkan saksikan Video Tutorial Cara Mengaktifkan Tombol Dikte Atau Voice Pada Google Docs pada link dibawah ini.


Terima kasih atas kunjungannya, jika bermanfaat, mohon bantu like and share nya...

28 June 2019

Cara Praktis Mengubah file word ke pdf dan pdf ke word di Android,

Cara Praktis Mengubah file word ke pdf dan pdf ke word di Android, bagi anda pengguna android sering menjumpai mengerjakan tugas sesuai dengan bidang perkerjaan anda. Hal ini sering terjadi misalnya jika anda sedang dalam perjalanan sementara harus menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan cepat. Belum lagi jika anda tidak membawa laptop keadaan ini akan mendatangkan masalah baru bagi kita. Apalagi anda yang berkerja pada satuan pendidikan  semisal sebagai operator sekolah atau bahkan seorang akan mengalami keadaan ini. 
Cara Praktis Mengubah file word ke pdf dan pdf ke word di Android,
Cara Praktis Mengubah file word ke pdf dan pdf ke word di Android,

Namun anda tidak usah kuatir bila dalam kondisi ini, dalam artikel saya kali ini akan mengulas tentang "Cara Praktis Mengubah file word ke pdf dan pdf ke word di Android". Solusi yang yang saya tawarkan dalam artikel ini adalah tepat adanya. 

Terdapat dapat 2 cara Praktis Mengubah file word ke pdf dan pdf ke word di Android yakni menggunakan aplikasi dan menggunakan Web secara langsung. Berikut ini yang penjelasaan yang perlu anda simak dengan baik-baik berkaitan dengan cara Praktis Mengubah file word ke pdf dan pdf ke word di Android :
word ke pdf dan pdf ke word di Android,
word ke pdf dan pdf ke word di Android,

1.Cara Praktis Mengubah file word ke pdf dan pdf ke word di Android  menggunakan Aplikasi.
  1. Pastikan android anda tersambung dengan koneksi internet.
  2. Silahkan anda buka fitur Google Play Store anda.
  3. Silahkan anda cari dan Unduh  aplikasi Fast PDF Converter and PDF Reader.
  4. Aplikasi yang sama juga tersedia di Apple App Store dengan nama PDF Converter dan PDF Reader. 
  5. Kedua aplikasi tersebut dapat anda diunduh dengan gratis.
  6. Instalkan aplikasi yang sudah anda unduh 
  7. Kemudian anda unduh Jalankan / buka aplikasi tersebut.
  8. Pada halaman utamanya anda akan terlihat  sejumlah opsi seperti untuk membaca, mengedit, menggabungkan, dan konversi.
  9. Untuk mengubah dokumen Word menjadi PDF scroll ke bawah dan pilih opsi "Word to PDF".
  10. Setelah memberi izin kepada aplikasi untuk mengakses foto, media dan file di android,.
  11. Pilih menu "Select Doc" dan pilih dokumen yang ingin kalian ubah.
  12. Setelahnya tunggu hingga selesai. Ukuran file bisa mempengaruhi kecepatan konversi, jadi semakin besar ukuran filenya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk diproses.
  13. Setelah selesai file Word kalian telah berubah menjadi PDF. Kalian kemudian akan diminta untuk mengunduh dokumen yang telah diubah.

Begitulah, cara Praktis Mengubah file word ke pdf dan pdf ke word di Android. Untuk sebaliknya, caranya juga sama mudahnya. Bedanya, setelah membuka aplikasi pilih opsi "PDF to Word". Setelah itu, prosesnya sama saja dengan cara mengubah dokumen Word menjadi PDF. Perlu diingat bahwa android kalian harus terus online agar aplikasi ini bisa bekerja.

2. Cara Praktis Mengubah file word ke pdf dan pdf ke word di Android  melalui Web

Kalau kalian menggunakan android yang memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup kecil, cara ini bisa digunakan karena kalian tidak perlu lagi mengunduh aplikasi tambahan.Caranya juga sama mudahnya. 
  1. Silahkan anda  kunjungi www.smallpdf.com. 
  2. Hampir sama dengan aplikasi di atas, anda juga akan dihadapi dengan banyak opsi.
  3. Untuk mengubah dokumen Word menjadi PDF, scroll hingga kalian menemukan opsi "Word to PDF" yang berwarna biru muda.
  4. Untuk mengubah dokumen PDF menjadi Word, kalian bisa mengklik opsi "PDF to Word" yang ada di bawahnya.
  5. Kemudian klik Choose File untuk memilih dokumen mana yang ingin kalian ubah. 
  6. Selain mengambil dokumen offline yang ada di android anda.
  7. Anda juga opsi untuk mengambil dokumen dari Dropbox dan Google Drive.
  8. Setelah memilih dokumen yang ingin diubah, anda hanya perlu menunggu hingga dokumen tersebut selesai diproses.
  9. Setelah selesai diproses, anda bisa mengunduh dokumen PDF atau Word tersebut ke android atau mengunggahnya ke Dropbox atau Google Drive.


Cukup mudah bukan Cara Praktis Mengubah file word ke pdf dan pdf ke word di Android selamat mencoba semoga berhasil. Sekedar saran dari saya silah anda pilih cara yang menurut anda mudah sesuai dengan kapasital android anda. Semoga  artikel saya berkaitan dengan Cara Praktis Mengubah file word ke pdf dan pdf ke word di Android ini bisa membatu anda dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang anda. 

Bila artikel ini bermanfaat bagi anda, anda juga dapat membagikan ke jejaring sosial yang anda miliki. Jangan lupa berikan saran dan kritikan yang bersifat membangun. kritik yang bersifat membangun jauh akan membuat saya semangat untuk membagikan informasi yang bermanfaat dari pada sejuta pujian yang anda layangkan kepada saya. Terima kasih atas kunjungan anda dan sampai jumpa dengan artikel saya selanjutnya.

Windows 10 Tip: New Windows light theme

Editor’s note: We’re back with the summer batch of weekly Windows 10 tips posts, which highlight some of the many helpful features that come with the Windows 10 May 2019 Update. We’ve been working hard behind the scenes to make your daily life easier with a streamlined update process, as well as clean and simple experiences for your desktop.

Thanks to the Windows 10 May 2019 Update, you can brighten up your settings, experiences and desktop with the new Windows light theme.

Check it out:
Windows 10 Tip: New Windows light theme


To try out the new light theme, go to Settings > Personalization > Colors, and select Light in the “Choose your color” dropdown.

And don’t worry, if you’re a fan of the dark mode, that’s still an option too! Check out our tip for how to enable dark theme for File Explorer.

If you like this, check out more Windows 10 Tips.

27 June 2019

PANDUAN CARA CEPAT DAN AMAN AKTIVASI WINDOWS 10

Panduan cara cepat dan aman aktivasi Windows 10  Bagi anda  pengguna Windows 10 pernah lihat notifikasi 'Windows version isn't genuine' di layar? Bila muncul pemberitahuan tersebut salah satu kemungkinannya adalah Windows 10 di laptop atau komputer kalian belum diaktivasi.
Panduan cara cepat dan aman aktivasi Windows 10
Panduan cara cepat dan aman aktivasi Windows 10

Untuk bisa menggunakan sistem operasi ini secara optimal, Microsoft mengharuskan penggunanya untuk menginstal Windows 10 yang asli lalu melakukan aktivasi. Berikut adalah panduan untuk mengaktivasi Windows 10 dengan aman dan cepat. 

1. Cek Status Aktivasi

Sebelum memulai proses aktivasi, ada baiknya kalian mengecek dulu apakah Windows 10 kalian sudah diaktivasi dan sudah terhubung dengan akun Microsoft kalian. 

Caranya mudah saja, tekan tombol Start atau tombol dengan logo Microsoft. Kemudian pilih menu Settings, Update & Security dan pilih opsi Activation. Status aktivasi kalian bisa dilihat di bagian Activation. 

Jika status aktivasi kalian ditulis sebagai 'Windows is not activated' berarti status Windows 10 kalian belum diaktivasi. Kalian akan melihat error message yang menjelaskan masalah ini dan disarankan untuk membeli lisensi Windows 10 untuk aktivasi. 

2. Metode Aktivasi 

Untuk mengaktivasi Windows 10, kalian membutuhkan lisensi digital atau Product Key yang terdiri dari 25 karakter. Tanpa adanya lisensi atau product key ini kalian akan kesulitan untuk melakukan aktivasi. 

Untuk product key kalian bisa dapatkan di kotak kemasan disk Windows 10 yang kalian beli. Jika kalian membelinya secara online, kalian akan mendapatkan kode ini di email konfirmasi. 

3. Cara Aktivasi Windows 10

Jika kalian menggunakan lisensi digital, kalian tidak perlu lagi repot-repot melakukan aktivasi. Karena lisensi ini sudah terikat dengan hardware dan akun Microsoft kalian. Kalian cukup menyalakan komputer atau laptop, hubungkan dengan internet, dan log in ke akun Microsoft kalian.

Jika kalian tidak memiliki lisensi digital, kalian bisa melakukan aktivasi dengan product key. Cara aktivasi sama dengan cara untuk mengecek status aktivasi tadi, yaitu dengan masuk ke menu Settings, kemudian Update & Security, dan menu Activation yang ada di sebelah kiri. 
  • Setelah itu pilih opsi Update product key, kemudian opsi Change product key lalu masukkan product key yang ada di disk atau di email konfirmasi. 
  • Setelah memasukkan product key, secara otomatis kalian akan masuk ke halaman aktivasi Windows 10. Klik Next untuk memulai proses aktivasi. 
  • Kemudian kalian hanya harus menunggu hingga proses aktivasi tersebut selesai dengan sendirinya. Perlu diingat bahwa seluruh proses aktivasi ini memerlukan koneksi internet, sehingga pastikan komputer atau laptop kalian terhubung dengan internet. 
  • Setelah proses aktivasi selesai, kalian akan melihat notifikasi yang memberitahu bahwa Windows 10 telah diaktivasi. Untuk menyelesaikannya kalian cukup klik Close. 

4. Cara Aktivasi Tanpa Product Key

Ada juga cara mengaktivasi Windows 10 secara offline menggunakan aplikasi semacam Windows Activator. Tapi perlu diingat bahwa cara ini ilegal. Penggunaan Windows 10 yang diaktivasi dengan menggunakan metode ini pun berpotensi menimbulkan bahaya di kemudian hari. Jadi lebih baik gunakan sistem operasi yang legal.

Dengan menggunakan sistem operasi dan aplikasi yang legal tentu kinerja laptop atau komputer kalian akan lebih optimal. Tak perlu risau juga dengan, misalnya, crack-an yang berpotensi besar "bermuatan jahat". Dengan aktivasi Windows 10 secara legal, kalian juga bisa menggunakannya secara permanen.

Artinya, jika Windows 10 yang kalian gunakan sempat error dan harus diinstal ulang, kalian tidak perlu lagi membeli lisensi baru. Kalian bisa menginstal Windows 10 di laptop atau komputer kalian yang sama dengan product key yang kalian beli hingga berkali-kali.

Bagaimana, mudah kan cara aktivasi Windows 10? Cara ini juga berlaku untuk semua versi Windows 10 jadi kalian tidak perlu bingung lagi.

Demikian artikel saya berkaitan tentang Panduan cara cepat dan aman aktivasi Windows 10, semoga bermanfaat bagi kita semua. Sampai jumpa dengan artikel saya selanjutnya.

16 May 2019

How to create and share a Google Drive folder with customized sharing settings

How to create and share a Google Drive folder with customized sharing settings

How to create and share a Google Drive folder with customized sharing settings
How to create and share a Google Drive folder with customized sharing settings
Sharing folders on Google Drive is quick and easy.
 
Nopparat Khokthong / Shutterstock.com
These days, Google has an application for pretty much everything you’d need to do online, including creating and sharing documents, files, and folders. You can upload everything from photos to PDFs to MP3s onto Google Drive, Google’s file hosting service, and in just a few minutes, you can share them with anyone whose email address you have.
Sharing folders that contain documents, files, and other uploads via Google Drive is quick and easy, especially since pretty much everyone uses at least one Googleproduct these days (and likely several of them).
Here’s how to do it.

How to share folders on Google Drive

1. To create your own folder on Google Drive, navigate to https://drive.google.com in your internet browser. Note that you will need to be logged into your Google account; Drive will prompt you to do so if you haven’t already.
2. Once signed in and at the above URL, you will see all of the files and folders currently stored on your Google Drive account.
3. To create a new folder, navigate to the “New” button in the upper left-hand corner of your screen, beneath the Google Drive logo, and click on it.
Click
Click “New” to open a menu.
 
Jennifer Still/Business Insider
4. You will see a drop-down menu of options, including one for “Folder.” Clicking on this will allow you to create a new folder from scratch. (Note that if you already have a folder of documents on your computer that you would like to upload in its entirety, you should choose the “Folder upload” option in this menu.)
Click
Click “Folder” or “Folder upload.”
 
Jennifer Still/Business Insider
5. After clicking on “New” and then “Folder,” you will be given a pop-up window in which to enter the title of your folder. Call it whatever you like.
5. Once you enter a title for your folder and hit the Enter or Return key on your keyboard, you will see the folder appear in your Google Drive file list. Click the title of your folder to open it.
Your folder will be empty at first.
Your folder will be empty at first.
 
Jennifer Still/Business Insider
6. From here, you can upload files to your folder by either dragging and dropping them into the window from your computer, or you can upload manually by right clicking on the screen and selecting the “Upload files” option.
Click
Click “Upload files” to browse your computer for files to upload.
 
Jennifer Still/Business Insider
7. Once you have the files uploaded that you want to share, it’s time to share the folder. Doing so is simple! First, make sure to open the folder. Then, click on the folder title in the menu at the top of the screen. A drop down menu will appear, and from there you should select the option to share by clicking “Share.”
Click the name of the folder to open a menu.
Click the name of the folder to open a menu.
8. A pop-up window will appear that allows you to enter the name or email address of the person you would like to share the folder with. Note that entering a person’s name will only work if they are part of your contacts list and therefore their email address will be auto-generated. You can add as many people as you’d like to the sharing permissions; simply press the enter key after inputting each person’s address.
Enter as many email addresses as you'd like.
Enter as many email addresses as you’d like.
 
Jennifer Still/Business Insider
9. Once you’ve put in the email addresses of anyone you want to share the folder with, hit “Send” and an invitation to open the folder will be sent.
10. If you would rather share the folder directly, via instant message or text, you can get a URL by clicking “Get shareable link” in the upper right-hand corner of the pop-up window that appears after you hit “Share.” Simply click on “copy link” and you can then paste it to the recipient directly.
Click
Click “Get shareable link” for the direct URL.
 
Jennifer Still/Business Insider
It’s also worth noting that you can and should ensure that you’re setting proper file sharing permissions to ensure the safety of your files. This option can be seen in the “shareable link” pop-up, where you have the option to allow those with the folder’s link to edit its contents or simply view them.
There you have it! Uploading and sharing folders on Google Drive is easy, and the more you do it, the quicker the process becomes

10 May 2019

Anda Youtuber, Hati-Hati Menjadi Sasaran Maling Digital

Salam Pendiddikan,

Pada kesempatan ini saya akan mengulas sebuah informasi bagi anda yang memiliki akun YouTube dengan jumlah subscriber lebih dari seribu? Hati-hati, kamu bisa diincar oleh maling digital dan jadi target serangan phishing. Begini penjelasannya.
Anda Youtuber, Hati-Hati Menjadi Sasaran Maling Digital
Youtube

Mengapa harus sejumlah  seribu subscriber? Karena berdasarkan aturan baru, seribu subcriber adalah batas minimal untuk memonetasi akun YouTube. Dan serangan phishing ini mengeksploitasi aturan tersebut.

Phising adalah salah satu cara melakukan penipuan dengan cara  mengelabui target dengan maksud untuk mencuri akun target. Kata “fishing” dalam bahasa Indonesia berarti  “memancing” korban untuk terperangkap dijebakannya. Dengan kata lain Phising adalah tindakan mencuri informasi penting dengan cara mengambil alih akun korban untuk maksud tertentu

YouTuber dengan jumlah subscriber mencapai seribu yang ingin memonetasi akun YouTube-nya mungkin akan mendapat pesan seperti ini: We're evaluating your request for monetizing your YouTube channel.

Apalagi anda yang youtuber di dunia pendidikan, betapa pentingnya mengetahui informasi ini. Langkah selanjutnya bagaimana anda menangkis beberapa kejahatan dalam dunia digital.

Tetapi masalahnya adalah, kemungkinan itu merupakan sebuah pesan palsu yang dikirimkan oleh maling digital yang mau mengambil alih akun YouTube milikmu. Sejak YouTube menerapkan aturan 1.000 subscriber dan 4.000 jam menonton video, YouTuber yang ingin memonetasi akunnya butuh usaha lebih besar, dan mereka tentu akan lebih memperhatikan pesan di atas. 

Cara kerja serangan phishing ini adalah YouTuber menerima email yang berisikan pesan semacam, "Our team reviewed your channel. ... We've detected more than one violation in the process of reviewing your account," yang dikirimkan ke email si pemilik akun.

Selanjutnya akan ada semacam formulir yang harus diisi dengan alamat URL kanal YouTube-mu lengkap dengan passwordnya. Email ini, menurut korban yang sudah kena serangan, dikirimkan ke alamat email publik yang mungkin berbeda dengan email yang terhubung dengan akun YouTube.

Jika korbannya tertipu dan mengirimkan data-data yang diminta itu, maka si maling digital ini akan mengambil alih akun YouTube si korban. Dari situ ada bermacam kejahatan yang bisa dilakukan. Seperti melakukan giveaway palsu, memajang iklan berisi serangan phishing, menipu follower, dan banyak lagi.

Berikut tipsnya:

  1. Selalu ingat bahwa YouTube tidak akan pernah meminta kata sandi akun Anda dalam e-mail.
  2. Selalu periksa keseluruhan pesan dengan seksama sebelum bereaksi terhadap e-mail yang dikirimkan, terutama jika Anda tidak yakin siapa pengirimnya. 
  3. Mengaktifkan otentikasi dua faktor untuk akun Anda, Google menawarkan opsi ini untuk semua aplikasi dan layanannya, termasuk YouTube.
Semoga artikel ini berguna bagi kita semua. Sampai jumpa dengan artikel saya selanjutnya.

What we do when things go wrong

We strive to make Firefox a great experience. Last weekend we failed, and we’re sorry.

An error on our part prevented new add-ons from being installed, and stopped existing add-ons from working. Now that we’ve been able to restore this functionality for the majority of Firefox users, we want to explain a bit about what happened and tell you what comes next.
The Mozilla Blog
The Mozilla Blog

Add-ons are an important feature of Firefox. They enable you to customize your browser and add valuable functionality to your online experience. We know how important this is, which is why we’ve spent a great deal of time over the past few years coming up with ways to make add-ons safer and more secure. However, because add-ons are so powerful, we’ve also worked hard to build and deploy systems to protect you from malicious add-ons. The problem here was an implementation error in one such system, with the failure mode being that add-ons were disabled. Although we believe that the basic design of our add-ons system is sound, we will be working to refine these systems so similar problems do not occur in the future.

In order to address this issue as quickly as possible, we used our “Studies” system to deploy the initial fix, which requires users to be opted in to Telemetry.  Some users who had opted out of Telemetry opted back in, in order to get the initial fix as soon as possible. As we announced in the Firefox Add-ons blog at 2019-05-08T23:28:00Z there is now no longer a need to have Studies on to receive updates anymore; please check that your settings match your personal preferences before we re-enable Studies, which will happen sometime after 2019-05-13T16:00:00Z. In order to respect our users’ potential intentions as much as possible, based on our current set up, we will be deleting all of our source Telemetry and Studies data for our entire user population collected between 2019-05-04T11:00:00Z and 2019-05-11T11:00:00Z.

Our CTO, Eric Rescorla, shares more about what happened technically in this post.

We would like to extend our thanks to the people who worked hard to address this issue, including the hundred or so community members and employees localizing content and answering questions on https://support.mozilla.org/, Twitter, and Reddit.

There’s a lot more detail we will be sharing as part of a longer post-mortem which we will make public — including details on how we went about fixing this problem and why we chose this approach. You deserve a full accounting, but we didn’t want to wait until that process was complete to tell you what we knew so far. We let you down and what happened might have shaken your confidence in us a bit, but we hope that you’ll give us a chance to earn it back.