13 July 2019

PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Pedoman Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini,  Pembelajaran yang baik dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan. Kegiatan pembelajaran dirancang mengikuti prinsip-prinsip pembelajaran, keluasan muatan/materi, pengalaman belajar, tempat dan waktu belajar, alat/sumber belajar, model pembelajaran dan cara penilaian. 
Pedoman Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini
Pedoman Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini

Pedoman Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, kualitas pembelajaran dapat diukur dan ditentukan oleh sejauh mana kegiatan pembelajaran dapat mengubah perilaku anak ke arah yang sesuai dengan tujuan kompetensi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, Guru PAUD diharapkan mampu merancang, mengembangkan, dan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan perkembangan anak.

Gambaran umum Pedoman Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini adalah sebagai berikut:

1. Mengapa Guru Perlu Merencanakan Pembelajaran? 
2. Apa yang Dimaksud Rencana Pelaksanaan Pembelajaran?  
  • Apa Saja Jenis Perencanaan?
3. Apa dan Bagaimana Penyusunan Program Semester?
  • Langkah-Langkah Penyusunan Program Semester
  • Contoh Program Pengembangan dan Muatan Pembelajaran 
4. Apa dan Bagaimana Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)?
  • Identitas Program Layanan
  • Kompetensi Dasar 
  • Materi Pembelajaran 
5. Apa dan Bagaimana Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)?
Bagi anda yang memerlukan Pedoman Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, dapat anda unduh disini

Semoga sertikel saya berkaitan dengan Pedoman Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini  memberikan manfaat bagi kita semua. Terima kasih atas kunjungan anda jangan lupa berikan komentar yang bersifat membangun. Sampai jumpa dengan artikel saya selanjutnya

PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Pedoman Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) Pendidikan Anak Usia Dini, Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Undang-undang Nomor 20
tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab I Pasal 1 angka 19).
Pedoman Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) Pendidikan Anak Usia Dini
Pedoman Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) Pendidikan Anak Usia Dini

Pedoman Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) Pendidikan Anak Usia Dini, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk PAUD adalah kurikulum operasional  yang dikembangkan dan dilaksanakan sesuai dengan karakteristik satuan PAUD. Artinya, kurikulum ini dibuat oleh satuan  pendidikan disesuaikan dengan karakteristik satuan PAUD seperti keadaan lingkungan, peserta didik, pendidik, sarana dan prasarana, biaya, dan nilai-nilai yang mendasari, serta program yang akan dilakukan oleh satuan PAUD.

Pedoman Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) Pendidikan Anak Usia Dini, KTSP diperlukan sebagai acuan atau panduan lembaga untuk:
1. menyelenggarakan program lembaga
2. melaksanakan berbagai layanan dilembaga
3. melaksanakan proses pembelajaran dan melakukan evaluasi hasil belajar.

Secara garis besar Pedoman Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) Pendidikan Anak Usia Dini membahas beberapa hal dibawah ini antara lain:
 1. Apa, Mengapa  dan Bagaimana KTSP? 
  • Apa Pengertian Kurikulum? 
  • Apa itu KTSP?
  • Mengapa KTSP? 
  • Faktor yang Harus Diperhatikan dalam Mengembangkan  KTSP 
2. Bagaimana Menyusun KTSP PAUD?
  • Perhatikan Prinsip - Prinsip Penyusunan KTSP 
  • Alur  Penyusunan  KTSP  
3. Apa Saja Isi Dokumen (KTSP) PAUD  
  • Apa Komponen Dokumen 1 KTSP?  
  • Apa Saja Dokumen II KTSP PAUD 
  • Bagaimana Sistematika  KTSP PAUD?  
4. Pengesahan, Pemberlakuan dan Masa Peninjauan Ulang KTSP PAUD 
  • Siapa yang Berwenang Mengesahan KTSP PAUD?  
  • Berapa Lama Masa Pemberlakuan KTSP PAUD?   
  • Kapan Dilakukan Peninjauan Ulang KTSP PAUD?  
Bagi anda yang memerlukan Pedoman Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) Pendidikan Anak Usia Dini, dapat anda unduh disini

Semoga sertikel saya berkaitan dengan Pedoman Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) Pendidikan Anak Usia Dini  memberikan manfaat bagi kita semua. Terima kasih atas kunjungan anda jangan lupa berikan komentar yang bersifat membangun. Sampai jumpa dengan artikel saya selanjutnya

PEDOMAN PENANAMAN SIKAP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Pedoman penanaman sikap pendidikan anak usia dini, perkembangan ilmu dan teknologi yang demikian cepat menjadikan persaingan sumber daya manusia demikian tajam makin mengukuhkan bahwa pendidikan di masa depan tidak hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan semata, tetapi yang sangat penting adalah pengembangan karakter yang kuat, gigih, dan kreatif. 
Pedoman penanaman sikap pendidikan anak usia dini,

Pedoman penanaman sikap pendidikan anak usia dini,

Dalam pola pengembangan sumber daya manusia yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sangat jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang mengembangkan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan dengan komposisi ang berbeda. Semakin awal jenjang pendidikan tersebut semakin besar komposisi pengembangan kompetensi sikap. 

Sebagai jenjang pendidikan yang paling dasar, Pendidikan Anak Usia Dini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk membentuk sikap dan karakter peserta didik. Implementasinya dalam Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini, membangun karakter anak dilakukan dengan penanaman sikap melalui pengembangan kompetensi sikap. Pengembangan kompetensi sikap bukan hanya sebagai dampak ikutan (nurturan) dari pengembangan pengetahuan dan keterampilan, melainkan komponen yang harus direncanakan secara.

Secara umum Pedoman penanaman sikap pendidikan anak usia dini membahas beberapa hal di bawah ini:

1. Penanaman Sikap dalam Kurikulum 2013 PAUD  
2. Kompetensi Sikap dalam Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)  
  • Kompetensi Sikap Apa Saja dalam Kurikulum 2013 PAUD?
  • Bagaimana Memaknai Setiap KD Sikap?
3. Penanaman Sikap Sejak Usia Dini 
  • Apa Peran Orangtua dalam Menanamkan Sikap?
  • Peran Guru dalam Penanaman Sikap
4. Penanaman Sikap dalam Rencana Pembelajaran 
  • Bagaimana Perencanaannya?
5. Strategi Penanaman Sikap dalam Kegiatan Pembelajaran PAUD 
6. Bagaimana Pembudayaannya  
7. Bagaimana Penilaian Hasil Penanaman Sikap 

Bagi anda yang memerlukan Pedoman penanaman sikap pendidikan anak usia dini, dapat anda unduh disini

Semoga sertikel saya berkaitan dengan Pedoman penanaman sikap pendidikan anak usia dini, memberikan manfaat bagi kita semua. Terima kasih atas kunjungan anda jangan lupa berikan komentar yang bersifat membangun. Sampai jumpa dengan artikel saya selanjutnya

12 July 2019

PEDOMAN IMPLEMENTASI MUATAN INFORMATIKA DALAM KURIKULUM 2013

Pedoman implementasi muatan informatika dalam Kurikulum 2013, Kurikulum 2013 yang diberlakukan mulai tahun ajaran 2013/2014 dikembangkan dengan memerhatikan faktor-faktor yang bersifat internal dan eksternal. Faktor yang bersifat internal terkait dengan aspek teknis pengembangan kurikulum, sedangkan faktor eksternal antara lain terkait kebijakan pemerintah yang ditetapkan melalui berbagai produk hukum seperti Peraturan pemerintah, Keputusan Presiden, Peraturan Menteri, dan peraturan di bawahnya. 
Pedoman implementasi muatan informatika dalam Kurikulum 2013,
Pedoman implementasi muatan informatika dalam Kurikulum 2013,

Faktor eksternal lainnya adalah perubahanperubahan yang terjadi di masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan sosial, budaya, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, politik, dan hubungan antar bangsa yang semakin terbuka sebagai akibat globalisasi dan
perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Kurikulum 2013 dimanfaatkan sebagai alat pembelajaran (ICT for learning) yang terintegrasi pada semua mata pelajaran karena pada hakikatnya, saat ini semua kegiatan kehidupan termasuk pembelajaran, berbasis TIK. Untuk mewujudkannya warga sekolah seyogyanya memahami dan menerapkan TIK dalam pelaksanaan kegiatan di sekolah. 

Oleh karena itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah mengatur peran guru TIK sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi Kurikulum 2013, yaitu membimbing peserta didik untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran, memberikan layanan/fasilitasi kepada sesama guru untuk persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran dan memberikan layanan/fasilitasi kepada tenaga kependidikan untuk mengembangkan sistem manajemen sekolah berbasis TIK.

Dewasa ini, pemanfaatan TIK sebagai alat pembelajaran dalam dunia pendidikan tidaklah cukup, karena saat ini dunia global telah memasuki era revolusi industri generasi keempat atau Revolusi Industri 4.0 (Industry Revolution 4.0/IR4.0) yang tidak dapat dihindari oleh bangsa Indonesia. IR4.0 menghadirkan sistem cyber-physical, dimana industri bahkan
kehidupan sehari-hari mulai bersentuhan dengan dunia virtual yang berbentuk komunikasi manusia dengan mesin yang ditandai dengan kemunculan komputer super, mobil otonom, robot pintar, pemanfaatan Internet of Things (IoT), sampai dengan rekayasa genetika, dan
perkembangan neurotechnology. Era ini menghadirkan teknologi disruptif (disruptive technology) yang menggantikan peran manusia. 

Mengacu pada https://www8.cao.go.jp/cstp/english/society5_0/index.html, manusia dalam bermasyarakat sudah memasuki era Society 5.0 di mana masyarakat  hidup di dunia nyata dan sekaligus di dunia digital.

Untuk mengikuti perkembangan tersebut di atas, sistem pendidikan Indonesia perlu memberikan Informatika sebagai dasar-dasar pengetahuan dan kompetensi yang dapat membentuk manusia Indonesia menjadi insan yang cerdas dan punya daya saing di kawasan regional maupun global.

Beberapa pemikiran yang melandasi pentingnya Informatika diajarkan kepada peserta didik antara lain sebagai berikut:

  1. Di dunia digital modern yang dipenuhi dengan komputasi dan perangkat komputer, seseorang hendaknya bukan hanya pengguna di dunia yang tak dipahaminya, tetapi sebaliknya juga berperan serta secara aktif dan menguasai konsep dasar informatika.
  2. Pemahaman konsep Informatika yang baik akan membuat peserta didik sejak usia dini dapat memanfaatkan sistem komputer dengan baik dan dapat memberikan solusi persoalan pada saat suatu sistem tak berjalan sebagaimana mestinya.
  3. Warga dunia digital yang mampu berpikir komputasional akan mampu untuk memahami secara rasional tentang isu-isu terkait, seperti: hak kekayaan intelektual perangkat lunak, pencurian identitas, rekayasa genetika, kejahatan cyber, dan sebagainya.
  4. Adanya standar dan framework kurikulum Informatika yang sudah dirilis dan diimplementasikan oleh negara maju, antara lain yang dirilis oleh Association for Computing Machinery (ACM), Computer Science Teacher Association (CSTA), dan lembaga nirlaba (code.org) maupun industri.

Pada bulan Desember tahun 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengakomodasi kebijakan diselenggarakannya Informatika sebagai muatan pembelajaran pada Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dan sebagai mata pelajaran (mapel) Informatika pada Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA).

Tujuan
Pedoman ini ditulis dengan tujuan agar dapat membantu semua pemangku kepentingan agar:

  1. memahami pengertian, ruang lingkup, dan kedudukan Informatika pada pendidikan dasar dan menengah;
  2. memahami konsep Informatika, muatan, dan perangkat kurikulumnya;
  3. memahami proses pembelajaran yang diharapkan akan dilaksanakan;
  4. mengetahui kriteria sekolah pelaksana mapel Informatika; dan
  5. memahami prinsip, tahapan, dan strategi implementasi muatan/mapel Informatika di sekolah.

Sasaran
Pedoman ini disusun bagi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan muatan/mapel Informatika, yaitu: (1) dinas pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya; (2) sekolah; dan (3) guru.

Pengertian
Dalam pedoman ini, terdapat beberapa pengertian antara lain:

  1. informatika adalah sebuah disiplin ilmu yang mencari pemahaman dan mengeksplorasi dunia di sekitar kita, baik yang natural maupun artifisial yang secara khusus walau tidak eksklusif berkaitan dengan studi, perancangan, dan implementasi dari sistem komputer, dan pemahaman terhadap prinsip-prinsip yang mendasari perancangan tersebut. Istilah informatika dipakai sebagai padanan istilah Informatics, Computer Science, dan Computing;
  2. teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah terminologi yang mencakup pemanfaatan semua peralatan teknis untuk memroses dan menyampaikan informasi. Fokus TIK adalah bagaimana memanfaatkan produk-produk teknologi informasi dalam menunjang tugas-tugas profesional maupun kegiatan sehari-hari agar lebih kreatif, efisien, dan optimal;
  3. unit pembelajaran informatika adalah satu kesatuan pengetahuan atau keterampilan yang utuh, dilengkapi dengan perencanaan dan bahan ajar, yang siap dijalankan dengan satu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);
  4. tim kurikulum Sekolah adalah perancang implementasi muatan Informatika, yang diketuai oleh kepala sekolah atau wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan beranggotakan KKG/MGMP Informatika; dan
  5. perangkat pembelajaran adalah semua “file” (hardcopy atau softcopy) yang terkait bahan ajar, proses pembelajaran, serta dokumentasi perencanaan serta pelaksanaannya.

Ruang Lingkup Pedoman
Pedoman implementasi ini memiliki ruang lingkup sebagai berikut.

  1. Pengertian, ruang lingkup, dan kedudukan informatika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  2. Syarat implementasi.
  3. Muatan kurikulum Informatika.
  4. Mekanisme implementasi muatan/mapel Informatika di sekolah.
  5. Strategi implementasi.

Landasan

  1. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi Kurikulum 2013.
  2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.
  3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah.
  4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pedoman implementasi muatan informatika dalam Kurikulum 2013 dapat anda unduh disini.


Semoga sertikel saya berkaitan dengan Pedoman implementasi muatan informatika dalam Kurikulum 2013, memberikan manfaat bagi kita semua. Terima kasih atas kunjungan anda jangan lupa berikan komentar yang bersifat membangun. Sampai jumpa dengan artikel saya selanjutnya.

PEDOMAN PENGEMBANGAN TEMA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Pedoman disusun secara sederhana, menarik, ramah, dan aplikatif agar dapat dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan PAUD yang kondisi dan potensinya beragam, serta dapat dijadikan rujukan sesuai dengan kajian-kajian yang melandasinya.
Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini,
Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini,

Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, ini merupakan contoh yang memungkinkan penyesuaian lebih lanjut degan kondisi, potensi, dan budaya setempat. Hal penting dalam Kurikulum 2013 PAUD adalah keterbukaan dalam menerima perubahan, baik perubahan dalam cara berpikir, kebiasaan, sikap, maupun cara kerja. Perubahan tersebut akan berimbas pada perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik 

Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini secara umum membahas berkaitan dengan hal-hal di bawah ini:

1. Mengapa Harus Menggunakan Tema dalam Pembelajaran PAUD?  

  • Mengapa memakai tema?  
  • Apa Pengertian tema? 
  • Apa manfaat tema?  
  • Program Pengembangan apa yang dibangun melalui tema?  
  • Apa prinsip-prinsip dalam memilih tema?

2. Teknik Pengembangan Tema  

  • Bagaimana merumuskan tema? 
  • Objek apa saja yang dapat dijadikan tema?  
  • Seberapa luas tema dapat dikembangkan?  
  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan? 
  • Bagaimana merumuskan kompetensi dasar dan materi pembelajaran dikaitkan dengan tema?  
  • Apakah puncak tema itu?  
  • Bagaimana mengembangkan kegiatan dalam transisi antartema?  

Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, menggunakan pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik dipandang sesuai dengan pola kerja otak karena membahas satu tema dari berbagai konsep dan aspek perkembangan. Penentuan tema sangat terbuka. Artinya, satuan PAUD dapat menentukan tema yang akan digunakan dalam pembelajaran sesuai dengan minat anak, situasi dan kondisi lingkungan, serta kesiapan guru mengelola kegiatan.

Penentuan tema tidak sekadar mudah diterapkan, tetapi perlu memperhatikan beberapa
prinsip agar pembelajaran yang dilaksanakan lebih menarik dan mendalam. Keluasan tema
bergantung pada kemampuan guru dalam menguasai tema tersebut.

Hal penting yang harus diperhatikan guru dalam mengembangkan tema adalah
kebermaknaan tema dalam membangun pengalaman belajar yang bermutu bagi anak usia dini. Oleh karena itu dalam menentukan tema menjadi penting bila diawali dengan identifikasi tema dan sekaligus ketertarikan anak terhadap topik tertentu. Untuk memberikan wawasan kepada para guru PAUD dalam mengembangkan tema pembelajaran, maka disusun“Pedoman Pengembangan Tema dalam Pembelajaran Anak Usia Dini”. 

Pedoman ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dalam mengembangkan tema di
lembaga PAUD masing-masing.

Bagi anda yang memerlukan Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, dapat anda unduh disini

Semoga sertikel saya berkaitan dengan Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, memberikan manfaat bagi kita semua. Terima kasih atas kunjungan anda jangan lupa berikan komentar yang bersifat membangun. Sampai jumpa dengan artikel saya selanjutnya.